Asal mula kata “lanskap”


Terschillingen

Rumah tua pada suatu lanskap di Pulau Terschillingen, North Sea-NL

Dalam sejarah, kata lanskap mulanya berasal dari Jerman (atau kawasan Eropa utara yang pada masa itu serumpun bahasanya dengan Jerman) yaitu landschaft, sebuah istilah dalam geografi yang berkembang di kawasan tersebut. Saya sendiri belum memperoleh sumber yang menginformasikan secara pasti periode munculnya istilah ini; hanya dinyatakan bahwa kata ini sudah ada sejak abad pertengahan di Eropa (abad ke-5 hingga ke-15).

Landschaft secara harfiah memiliki arti sebidang lahan yang terbatas. Namun jika dikaji secara historis dan dalam konteks geografis, makna landschaft tidak sekedar sebidang lahan atau suatu wilayah (teritorial). Dalam satu kata ini terkandung makna penting yang menjelaskan konstruksi identitas personal, politis, dan tempat. Secara etimologi, kata landschaft terdiri dari kata land+schaft. Schaft merupakan kata kerja (schaffen) yang bermakna menciptakan atau membentuk. Dalam kata landschaft ini maka terdapat makna penciptaan atau pembentukan suatu wilayah/teritori (land). Pembentukan wilayah tersebut  tidak hanya dalam konteks fisik, namun yang terpenting adalah adanya komponen aturan atau hukum adat (misalnya pembayaran pajak atas lahan, hak pengelolaan lahan dan sumber daya, dsb), dimana aturan atau hukum pada awalnya tidak secara tertulis atau merupakan tradisi lisan yang kemudian di akhir abad pertengahan baru dicatat sebagai sebuah hukum lanskap (landscape law); lembaga yang membawahi aturan tersebut; serta masyarakat atau komunitas yang membuat dan menerapkan aturan tersebut. Sehingga istilah landschaft dinyatakan memiliki tiga dimensi yaitu:

  1. Suatu area/kawasan yang memiliki batas yang jelas dengan seluruh komponen fisik yang ada di dalam batas tersebut;
  2. Masyarakat yang menghuni kawasan tersebut;
  3. Aturan lokal, hukum adat dan lembaga yang dimiliki oleh masyarakat dan diterapkan dalam kawasan tersebut.

Adanya ketiga komponen tersebut kemudian menjadi identitas pada suatu wilayah. Dalam sejarah perkembangannya, istilah landschaft mengalami perubahan secara konseptual. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh kondisi sosial, politik, dan ekonomi yang terjadi pada masa-masa sesudah abad pertengahan di berbagai negara-negara Eropa (jaman rennaisance hingga revolusi industri). Sesudah paruh waktu abad ke-20, lanskap telah menjadi perhatian dari multi disiplin ilmu selain bidang geografi, seperti sejarah, arkeologi, ekologi, ilmu sosial, dsb, yang kemudian memunculkan studi lanskap yang bersifat interdisipliner dan transdisipliner, misalnya lanskap arkeologis, ekologi lanskap, sejarah lanskap, dsb.

Referensi

Olwig, K.R., 1996. Recovering the Substantive Nature of Landscape. Annals of the Association of American Geographers, 86(4), pp 630-653

Spek, T., 2014. Landscape concepts 2. Outline kuliah Introduction to Landscape History. University of Groningen-Netherlands

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *